Georgi Kay Memandu Kita dalam Perjalanan “Menuju Kelupaan”
Dengan 12 lagu, “Into Oblivion” karya Georgi Kay adalah album yang kuat dan mantap dengan pilihan lagu yang bagus yang berpusat pada pertanyaan “Mengapa?” yang terus menggerogoti kehidupan: Mengapa mereka mati? Mengapa kita ada di sini? Mengapa kita merasa seperti ini? Penggambaran Georgi Kay tentang kehilangan yang pahit dan konflik berikutnya dengan Eudaimonia bersifat epik dan juga sangat universal.
“Into Oblivion” adalah album kedua Georgi yang diproduksi sendiri dan sukses, dirilis beberapa tahun setelah “Where I Go To Disappear” tahun 2018 dengan serangkaian kolaborasi berbasis elektronika dengan artis seperti PLS&TY, Zerb, dan Ryan Shepherd. Karya yang menggugah ini berfungsi sebagai catatan pribadi yang merinci pengembaraan ke dalam pengalaman Georgi yang lebih gelap, di mana harmoni synth yang indah dan puisi yang mengungkap jiwa bertemu untuk menghasilkan sedikit irama, sedikit pesona, dan sedikit senyum masam.
Fondasi album ini dibangun dari keseimbangan sempurna antara vokal Georgi yang lembut dan rentan serta synth mereka yang sering berdenyut dan eksotis, yang kemudian dibuat lebih menyentuh dengan kehadiran solo gitar yang halus dan bernuansa blues. Lanskap suara yang dikelola Georgi Kay benar-benar tiada tara—belaian lembut yang membasahi Anda dan tidak akan pernah lepas.
Dengan lagu-lagu seperti “Chloe”, “Water Song” dan —favorit saya pribadi— “Feelings,” Georgi menyalurkan semua keindahan sensual dan tipu daya serta kebrutalan yang mendasari artis-artis seperti Sade dan Massive Attack, sementara lagu-lagu seperti “Take It From Me”, “Bloom,” atau “Pretty Lights” melesat keluar ke wilayah EDM, electropop, dan bahkan synth-wave.
Penulisan lagu Georgi benar-benar menonjol, memadukan kedalaman emosi yang mendalam dengan ekspresi yang sangat jujur, semuanya berlatar belakang ketukan yang sangat menular. Beberapa lagu menggali secara mendalam tema penemuan dan penerimaan diri, memberi kita kesempatan yang sempurna untuk merenungkan perjalanan kita. Sebaliknya, lagu-lagu lain terjun ke alam kesedihan dan dilema eksistensial yang lebih gelap, mengeksplorasi kompleksitas emosi manusia dan perjuangan yang menyertai kehilangan dan ketidakpastian.
Album ini telah dengan tepat digembar-gemborkan sebagai koleksi Georgi Kay yang “paling autentik dan matang” hingga saat ini, dan daya tariknya yang memikat serta wawasan yang mendalam tentu saja menggambarkan seorang seniman yang sangat nyaman dengan jati dirinya yang kreatif, telah menemukan dan menguasai suara yang tepat yang mereka ingin kita kenal dari mereka.
Post Comment